Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin yang artinya rahmat bagi seluruh alam.
Kesempurnaan islam bukan hanya hadir untuk umatnya, melainkan untuk seluruh alam semesta baik manusia, hewan, tumbuhan hingga langit bumi dan seisinya.
Dengan rahmat tersebut, islam tidak hanya mengatur urusan ibadah yang berurusan langsung dengan Allah SWT saja, melainkan ibadah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Semua kebutuhan manusia, semua aktivitas manusia dalam islam tidak lepas dari tuntunan agar senantiasa bernilai kebaikan.
Bahkan islam bukan hanya memberi tuntunan, ajaran islam juga bisa menjadi solusi terhadap permasalahan umat manusia secara umum. Baik dalam hal ekonomi, politik, sosial dan lain sebagainya.
Salah satu bentuk kebaikan yang diperintahkan di dalam Islam adalah berbagi kepada sesama, yaitu memberikan sesuatu yang dimiliki kepada orang lain.
Dalam hal memberi, Allah SWT melalui hadits Rasulullah memberikan contoh sederhana tentang apa yang bisa diberikan atau disedekahkan. Bukan hanya hal megah dan mewah, namun bisa dimulai dari sesederhana kuah masakan yang kita buat.
Nabi SAW menyampaikan dalam sebuah hadits :
“Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdu Ash Shamad telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al Jauni dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak maka perbanyaklah kuahnya, lalu berilah tetanggamu atau bagikanlah ke tetanggamu!”
Hadits ini memiliki makna yang begitu luas. Namun satu hal yang pasti, dalam hadits ini Nabi SAW menunjukan betapa pentingnya berbagi. Nabi SAW menggambarkan walau hanya kuah sayur yang kita punya, maka bagilah orang disekitar khusunya tetangga yang rumahnya berdekatan.
Tentu selain bernilai pahala, ada nilai sosial dalam hadits ini. Bagaimana kita harus memperhatikan saudara kita, yang mungkin tidak dengan lantang meminta atau mengakui bahwa tidak ada apapun untuk dimakan dirumahnya. Maka kepedulian itu bisa menjamin bahwa hari itu tidak ada orang yang kelaparan, karena satu sama lain saling memperhatikan.
Jika banyak yang beralasan menunggu kaya, menunggu punya untuk bersedekah, maka Rasulullah SAW menggambarkan dengan jelas kita bisa bersedakh bahkan dengan kuah dari makanan yang kita buat.
Terlebih berbagi dengan tetangga, tentu bukan hanya sekedar mendapatkan pahala dari Allah. Justru berbagi dengan tetangga akan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, interaksi dengan tetangga semakin erat. Dan silaturahim bisa terjalin bahkan hingga bia membuat persaudaraan menjadi erat dimulai dari hal kecil seperti berbagi makanan.
Bahkan Rasulullah SAW juga memberikan perintah untuk memerhatikan tetangga. Rasulullah SAW bersabda :
وَتَعَاهَدْ جِـيْرَانَكَ
“Dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu.”
Maka, sudah seyogyanya kita berupaya untuk memerhatikan tetangga disekitar kita. Kita bisa memberikan makanan kepada tetangga kita sesederhana dnegan kuah dari masakan kita, namun jika ada lebih kita bisa memasukan daging atau lauknya kesana tentu itu menjadi lebih baik.
Kreator : Kakang Agung Gumelar