
Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah adalah salah satu tempat paling suci dalam Islam, setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Al-Aqsha di Yerusalem. Masjid ini didirikan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ dan menjadi saksi perjuangan dan dakwah islam. Tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi Masjid Nabawi juga juga kaya akan simbolisme, termasuk dalam hal arsitektur dan tata ruangnya. Salah satu aspek menarik yang sering menjadi perhatian jamaah adalah warna-warna pintu yang ada di Masjid Nabawi.
Ternyata pintu di Masjid Nabawi memiliki artinya sendiri, bahkan para Jamaah biasanya dianjurkan untuk mengingat beberapa kode-kode masjid Nabawi agar mempermudah saat pelaksanaan ibadah.
Sejarah Singkat Masjid Nabawi
Setelah Hijrah dari Makkah menuju Madinah pada tahun 622 M, hal pertama yang Nabi Muhammad SAW lakukan adalah membangun masjid Nabawi ini. Saat itu, masjid dibangun dengan sangat sederhana, hanya dengan tiang-tiang kayu dan atap dari pelepah kurma.
Seiring berjalannya waktu, masjid mengalami perluasan besar-besaran di berbagai era: masa Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Abbasiyah, Mamluk, Ottoman, hingga modern oleh pemerintah Arab Saudi.
Dalam proses perluasan itu, jumlah pintu masjid terus bertambah, mengikuti luas area dan kebutuhan pengunjung yang terus meningkat. Kini, Masjid Nabawi memiliki 69 gerbang utama, yang masing-masing memiliki nomor, nama, dan warna tertentu untuk membedakan satu sama lain.
Fungsi Warna Pada Pintu
Tentu penggunaan warna pada pintu-pint Masjid Nabawi bukan hanya menyoal estetika, melainkan terdapat fungsi-fungsi yang diperuntukan untuk mengatur jama’ah. Berikut fungsi kode warna pada Pintu di Masjid Nabawi
1. Mempermudah identifikasi lokasi: Jamaah dapat mengingat pintu masuk berdasarkan warna tertentu, sehingga mudah kembali ke tempat semula setelah beribadah.
2. Mengatur zonasi masjid: Warna-warna pintu menunjukkan zona tertentu, seperti area pria, wanita, pintu VIP, atau pintu khusus ke Raudhah.
3. Petunjuk arah dan aksesibilitas: Pintu dengan warna tertentu terkadang menunjukkan jalur masuk bagi jamaah dengan kebutuhan khusus atau untuk akses langsung ke fasilitas tertentu.
Arti Kode Warna Pada Pintu
1. Gate Warna Ungu (Nomor 309)
Gerbang ini merupakan satu-satunya gerbang yang berwarna ungu. Terletak di arah Timur Laut dengan posisi di sebelah kanan hadapan imam. Gate pada area tersebut juga merupakan pintu yang dekat dengan Masjid Ghamamah dan Masjid Abu Bakar.
2. Gerbang Warna Orange ( Nomor 310 – 327)
Terletak di sisi Timur dengan posisi di samping kanan masjid pintu yang mengarah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah bani Saidah.
3. Gate Warna Merah (328-338)
Terletak di sisi sebelah Selatan area markaziyah dengan posisi di sisi belakang masjid. Pintu yang mengarah pada pertokoan, pusat perbelanjaan, dan perhotelan yang sebagian besar diinapi oleh Jemaah asal Indonesia.
4. Gate Warna Biru (340-364)
Terletak di sisi Barat dengan posisi di area sebelah kiri imam berdekatan dengan area komplek Pemakaman Baqi yang dikenal dengan sebutan Jannatul Baqi atau Baqi al-Ghaeqad yang dapat dikunjungi Jemaah untuk berziarah ke makan para keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW, serta para Tabi’in da Tabi’ut Tabi’in.
5. Gate Warna Hijau (301-308, 365-369)
Terletak si sisi Uara dengan posisi yang berdekatan dengan makam Rasulullah SAW.
Itulah arti dari warna-warna pintu di Masjid Nabawi yang bukan sekedar dekorasi. Melainkan bisa dijadikan kode visual untuk mempermudah dalam pelaksanaan ibadah baik haji maupun umroh.
Penting untuk jamaah mengenali warna dan nama pintu, bukan hanya sekedar untuk membantu navigasi, tetapi juga memberi pemahaman yang lebih dalam tentang warisan Nabi Muhammad ﷺ dan pentingnya adab saat berkunjung ke tempat suci.
Jika memiliki rencana mengunjungi Masjid Nabawi, luangkan waktu untuk mempelajari pintu-pintu ini — karena di balik warna dan nama mereka, ada sejarah, cinta, dan hormat yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ.
Kreator : Kakang Agung Gumelar